Kamis, 18 Agustus 2011

Jamur Merang

Budidaya Jamur Merang (CV. Volva Indonesia)

Jamur merang merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup digemari di Indonesia. Di Jogjakarta ada dua produsen jamur yang terletak di Jalan Kaliurang dan di Sleman. CV. Volva Indonesia yang akan dibicarakan dalam laporan ini terletak di Niro, Sleman.

Identitas Petani
CV. Volva Indonesia berlokasi di Niron, Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta. Produsen jamur ini memproduksi tiga jenis jamur. Yaitu jamur merang, kuping, dan tiram. Fokus penulisan laporan ini adalah pada jamur merang atau Volvariella volvacea.

Aktivitas
            Luas lahan yang dimiliki oleh CV. Volva Indonesia yang dibagi menjadi tiga daerah sesuai dengan jenis jamur yang akan dibudidayakan. Masing-masing jenis jamur dibudidayakan dalam rumah-rumahan yang dibuat secara sederhana. Dari bambu dan plastik bening. Fungsi rumah-rumahan itu untuk mengisolasi jamur dari dunia luar dan memudahkan petani untuk mengontrolnya. Rumah-rumahan itu juga agar petani mudah melakukan perawatan seperti  melakukan penyiraman, atau pasteurisasi.
            Selain kegiatan penanaman benih jamur dan merawatnya, beberapa petani juga bekerja untuk menyiapkan media tanam yang biasa disebut kompos. Media tanamnya dapat dibuat dari bahan yang sama namun bentuknya berbeda. Kalau untuk merang, komposnya digelar saja sedangkan untuk kuping komposnya dibungkus plastik seperti bentuk polybag dan benih jamurnya sudah ada di dalam polybag tersebut dan tinggal ditunggu tumbuh.
            Selain itu, petani juga menyiapkan bibit jamur yang akan tumbuh dalam botol. Fungsinya bisa dijual atau digunakan sendiri.
            Petani menjual hasil panennya ke banyak pedagang bakul atau pedagang besar. Omset perharinya cukup besar karena untuk jamur merang harga perkilanya sekitar Rp 8.000-10.000 sedangkan untuk jamur kuping sekitar Rp 3.000-4.000. Harga jamur di Jogja berbeda dengan harga jamur di Bandung, Surabaya atau Jakarta disebabkan besar kecilnya produsen yang ada di daerah tersebut. Untuk jamur merang, pasaran di Jogja cukup mahal karena selain produsennya sedikit, jamur merang merupakan jamur yang cukup sulit untuk dibudidayakan. Berikut adalah cara-cara penanaman jamur merang.

Jamur Merang dan Cara Penanaman
Jenis jamur merang ada dua, yaitu:
  • Jamur merang hitam, ciri-ciri warna hitam, kulit tipis (suhu 28-30º C)
  • Jamur merang putih, ciri-ciri warna putih ebrsih, kulit tebal (suhu 31-33º C)
Bahan baku yang diperlukan dibagi dua, yaitu:
  • Bahan baku utama: jerami
  • Bahan baku penolong: katul, kapur pertanian atau CaCO3, dan CM atau kotoran ayam
Tahap pengolahannya adalah:
  • Pengomposan
Bahan baku utama dibasahkan terlebih dahulu lalu campur bahan utama dengan bahan baku penolong yangtelah dicampur terlebih dahulu. Setelah tercampur merata, tumpuk dengan ukuran tinggi 1,2 m dan lebar 1,5 m lalu tutup dengan plastik kemudian didiamkan 2-3 hari. Setelah didiamkan, balik dan tambahkan air bila ada jerami yang masih kering di dalam tumpukan tadi lalu disusun kembali dan diamkan lagi 2-3 hari, begitu seterusnya samapai menjadi kompos yang baik. Untuk mendapatkan kompos yang baik memerlukan waktu ±10 hari. Kualitas kompos yang baik adalah lunak, warna coklat kehitaman, kadar air kompos 73-75% dan Ph kompos 8-8.5
  • Pemasukan
Standar pemasukan:
a.       ketebalan kompos 23-25 cm atau 60-70 kg/m2
b.      rata tidak menggumpal
c.       kebersihan setelah pemasukan

JUAL BIBIT:
1. kudus, menjual bibit jamur merang, bahan media jamur merang & jamur merang segar. CP: bambang (085290228151).
2. bila ada yang butuh jamur merang segar di sekitar pati sms/tlp 085325230429
atau email teguhkpr@ymail.com 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar